Monday, 26 May 2014

// // Leave a Comment

Kenali Proses Kehamilan Setelah Berhubungan

Ada kalanya suatu hubungan intim akan dilakukan oleh sepasang suami-istri dengan harapan akan terjadinya proses kehamilan. Namun memang tidak semua hubungan seksual dapat menghasilkan kehamilan. Jika saja di rata-rata, wanita akan mengalami proses kehamilan mencapai 10% setelah melakukan hubungan dengan pasangan yang tidak memakai alat kontrasepsi. Sehingga sangat kecil kemungkinan setiap hubungan akan berakhir sesuai harapan Anda. namun proses kehamilan yang direncanakan secara matang dengan penghitungan masa subur seorang wanita jelas akan meningkatkan prosentase keberhasilannya.

Anda mungkin bisa melakukan program teratur dengan menjadwalkan hubungan intim pada saat masa subur. Dengan cara termudah mengetahui proses kehamilan setelah berhubungan adalah dengan menjadwalkan kapan menstruasi Anda berikutnya. Ketika beberapa minggu setelah Anda dan pasangan berhubungan intim dan ternyata tidak terjadi menstruasi sesuai dengan jadwal, bisa jadi proses kehamilan telah terjadi. Tetapi cara ini tentunya tidak bisa serta-merta diterapkan pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Namun proses kehamilan awal, minimal dengan usia 1 minggu normalnya sudah dapat dikenali ciri-cirinya.
Terdapat beberapa ciri proses kehamilan awal setelah berhubungan. Namun tanda-tanda ini masih saja belum bisa digunakan patokan untuk menentukan hamil atau tidaknya seorang wanita. Ketika wanita hamil mendekati usia 1 minggu, akan timbul flek darah sedikit yang bukan menstruasi. Bercak darah ini boleh jadi pertanda proses kehamilan. Bercak darah ini jelas berbeda dengan darah haid. Darah haid akan berwarna kehitaman, pekat, kental, banyak dan berbau khas. Namun jika bercak darah pertanda proses kehamilan hanya dikeluarkan sedikit, berwarna coklat terang karena bercampur dengan lendir vagina yang lain.
Pertanda proses kehamilan awal yang lain dapat berupa sakit punggung, sering buang air kecil dan sakit kepala. Namun pertanda proses kehamilan awal ini jelas tidak bisa dibuat patokan karena merupakan gejala yang sangat awam. Hal ini dikarenakan, wanita yang tidak hamil pun bisa mengalami tanda-tanda ini dengan latar belakang yang berbeda. Kemungkinan penyakit yang menyertai dengan tanda gejala yang sama mengakibatkan persepsi yang sama pada proses kehamilan. Oleh karena hal inilah, seringkali wanita tertipu bahwa dirinya telah hamil.
Namun Anda bisa mendapatkan jawaban yang akurat dengan menggunakan alat bantu pemeriksaan proses kehamilan. Alat-alat tersebut seperti test pack urine, USG, dan tes laboratorium menggunakan sample urine. Pemeriksaan proses kehamilan ini dinilai akurat karena langsung mengacu pada tanda-tanda kehamilan dengan kebenaran mendekati 90%-99%. Anda juga bisa langsung melakukan konsultasi seputar proses kehamilan Anda dengan bidan maupun dengan dokter yang berada di tempat. Sehingga kejelasan dan kesahihan kehamilan Anda akan lebih terjamin.

Description: Proses kehamilan awal akan menunjukkan tanda-tanda berupa tidak menstruasi, keluar bercak darah, sakit punggung, sakit kepala, dan sering buang air kecil. 
Read More

Sunday, 25 May 2014

// // Leave a Comment

Proses Kehamilan dari Minggu ke Minggu

Kehamilan dalam suatu pernikahan merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu. Terutama untuk momen kehamilan anak pertama. Seorang wanita akan dikatakan sedang menjalani sebuah proses kehamilan ketika wanita tersebut mengalami terlambat datang bulan selama beberapa rentang waktu tertentu. Dalam hal ini, seorang wanita juga dapat memeriksa setidaknya 7 hari setelah melakukan hubungan intim dengan pasangan. Dari rentang waktu tersebut akan nampak hasil apakah proses kehamilan sedang terjadi pada tubuhnya. Tentu saja pengecekan ini harus dilakukan dengan bantuan alat tes maupun tes laboratorium. Untuk mengetahui proses kehamilan, umumnya wanita menggunakan test pack urine.

Pengecekan proses kehamilan bisa dilakukan sendiri, namun tak jarang pula ada wanita yang ingin lebih memastikan persoalan kehamilannya pada dokter ataupun bidan. Dalam hal ini, dokter ataupun bidan akan memberikan pengetahuan lebih tentang proses kehamilan yang terjadi pada seorang wanita. Pengetahuan ini ditujukan bagi ibu, terutama bagi ibu yang mengalami pengalaman kehamilan anak pertama. Pengetahuan tentang proses kehamilan ini ditujukan untuk mempersiapkan mental ibu akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya karena kehamilan. Sewajarnya, tubuh ibu akan mengalami perubahan seiring dengan bertambah usia kehamilan.
Perubahan ke arah positif proses kehamilan ditandai dengan meningkatnya berat janin, ada detak jantung janin dan disertai dengan keaktifan gerak janin. Hal ini baru bisa dirasakan ibu pada trimester kedua proses kehamilan terjadi. Namun untuk perkembangan janin pada trimester pertama merupakan suatu proses kehamilan yang tak kalah pentingnya juga. Oleh karena itulah, pada saat kehamilan menjelang ada baiknya Anda harus secara rutin memeriksakan kandungan ke bidan ataupun dokter. Hal ini digunakan agar kesehatan janin tetap terkontrol.
Pada trimester awal kehamilan, janin akan mengalami pertumbuhan yang pesat ditandai dengan pembelahan sel yang cepat dalam pembentukan organ vital. Pertumbuhan sel yang cepat dalam proses kehamilan ini berfungsi untuk membentuk calon organ yang nantinya akan dimatangkan pada trimester kedua. Nutrisi, istirahat cukup, manajemen stress, dan kontrol kesehatan teratur harus dijalani si ibu untuk kesempurnaan masa ini. Oleh karena itulah, proses kehamilan minggu-minggu tidak boleh mengalami satu gangguan pun. Sedikit saja gangguan pada proses kehamilan awal akan berakibat fatal yakni kecacatan atau kelainan fungsi pada organ-organ tersebut.
Untuk minggu-minggu berikutnya, proses kehamilan ditandai dengan semakin membesarnya janin yang artinya semakin mengisi perut ibu. Dalam masa ini akan timbul pengurangan kecemasan ibu. Namun dalam proses kehamilan ini ibu harus menyesuaikan diri akibat volume tubuh yang bertambah. Perkembangan janin dikatakan akan siap untuk lahir ke dunia pada usia kehamilan 9 bulan 10 hari atau maksimal masuk minggu ke-40. Pada waktu ini, proses kehamilan dapat dikatakan selesai karena organ-organ dalam tubuh calon bayi telah siap menyokong kehidupannya. Sehingga sang bayi telah siap dilahirkan ke dunia.
Description: Proses kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu oleh keluarga di tiap minggu-minggu perkembangannya terutama jika kehamilan tersebut merupakan yang kali pertama.


Read More

Saturday, 24 May 2014

// // Leave a Comment

Bagaimana Proses Kehamilan Sampai Melahirkan

Sebenarnya proses kehamilan ini telah menjadi pembicaraan yang tidak asing dikalangan masyarakat. Masalah ini telah dijelaskan dari kita berada di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Namun, masih banyak juga masyarakat yang tidak terlalu faham tentang detail dari proses kehamilan. Bahkan, mungkin bagi sebagian wanita yang notabene akan menjadi seorang ibu. Oleh karena itu, penjelasan detail tentang proses kehamilan hingga proses melahirkan harus diterangkan secara detail dan lebih jelas agar mudah diterima dan difahami.

Proses kehamilan itu sendiri dibagi menjadi beberapa tahapan hingga pada akhirnya si jabang bayi lahir. Jika ada salah satu hal terlewat atau tidak terjadi, maka proses kehamilan itu tidak akan terjadi. Menurut para ahli, ada tiga proses yang harus dilakukan saat akan terjadi proses kehamilan, yaitu proses fertilisasi, perkembangan embrio atau yang disebut juga dengan janin, dan yang terakhir adalah proses melahirkan. Akan disebut sebagai suatu proses kehamilan jika ketiga tahapan telah terjadi.
Proses kehamilan yang disebut fertilisasi adalah proses dimana bertemunya sel spermatozoa yang berperan sebagai sel gamet pria dengan sel telur atau sel gamet wanita. Pertemuan ini terjadi pada saluran reproduksi wanita. Jika tidak terjadi fertilisasi kemungkinan terdapat gangguan dalam proses kehamilan. Bisa terjadi karena keadaan salah satu pasangan tidak subur, atau hal-hal lain. Proses fertilisasi ini adalah tahap awal dari proses kehamilan, jika proses pertama tidak terjadi maka tidak akan ada proses kelahiran.
Proses kedua dari proses kehamilan adalah proses berkembangnya embrio atau janin. Setelah proses fertilisasi, sel telur yang telah dibuahi akan tumbuh dan berkembang pada rahim wanita. Proses ini akan terus terjadi hingga janin atau embrio berusia cukup. Proses kehamilan tingkat dua ini juga dapat gagal jika embrio yang berada dirahim tidak berkembang atau memiliki gangguan. Misalnya, jika si ibu mengalami keguguran yang otomatis mengakibatkan janin hilang, maka proses kehamilan tidak akan terjadi. Selanjutnya tahap ketiga yaitu kelahiran. Jika semua tahapan satu dan dua telah terjadi maka tahapan terakhir dapat terjadi. Kelahiran adalah tahapan terakhir dari sebuah proses kehamilan. Kelahiran adalah tahapan dimana sang ibu mengeluarkan janin atau bayi dari perut bila usia janin telah cukup, yaitu sekitar 9 bulan.
Semua proses kehamilan tersebut dapat dikatakan sangat tergantung dari kesehatan alat reproduksi baik laki-laki ataupun perempuan. Alat reproduksi wanita sebagai hal yang berperan penting dalam terbentuknya proses kehamilan yang sempurna harus sangat diperhatikan. Kesehatan dari saluran uterus atau rahim perlu diberi perhatian khusus mengingat rahim adalah tempat utama bagi janin untuk hidup dan berkembang. Selain itu kualitas dari gamet pria maupun gamet wanita juga harus diperhatikan agar dapat melakukan fertilisasi secara sempurna.

Description: Proses kehamilan secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu fertilisasi, perkembangan embrio, dan proses kelahiran. 
Read More